QS Rilis Peringkat Asia 2027 di Bali, UGM Jadi Kampus Indonesia Tertinggi di Posisi 53
QS merilis QS World University Rankings: Asia 2027 di sela QS Higher Ed Summit Bali, Selasa (3/11/2026). UGM di posisi 53 jadi kampus Indonesia tertinggi, disusul Unair (55) dan UI (56). Skor reputasinya nyaris sempurna, tetapi sitasi per makalah masih satu digit.
Lembaga pemeringkat pendidikan tinggi QS Quacquarelli Symonds merilis QS World University Rankings: Asia 2027 pada Selasa (3/11/2026), bertepatan dengan pembukaan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Nusa Dua, Bali. Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati peringkat 53 Asia dan menjadi kampus Indonesia dengan posisi tertinggi. Menurut QS, ini pertama kalinya UGM memimpin kampus Indonesia sejak 2021, disusul tipis Universitas Airlangga di peringkat 55 dan Universitas Indonesia di peringkat 56.
Bagi calon mahasiswa yang sedang menimbang kampus, daftar ini sering dibaca sebagai papan skor siapa paling unggul. Namun, di forum yang sama, pejabat Kemdiktisaintek justru mengingatkan bahwa peringkat bukan tujuan akhir. Data indikator QS juga memperlihatkan pola yang menarik: kampus teratas Indonesia nyaris sempurna di reputasi, tetapi skornya masih satu digit di sitasi per makalah.
Ringkasnya: QS World University Rankings: Asia 2027 memuat 1.722 universitas dari 26 sistem pendidikan tinggi. The University of Hong Kong tetap di posisi pertama. Dari Indonesia, UGM (53), Universitas Airlangga (55), dan Universitas Indonesia (56) jadi tiga teratas, sementara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta naik 162 peringkat ke posisi 364. Daftar dirilis saat QS Higher Ed Summit di Bali, 3 sampai 5 November 2026, yang juga membahas AI dalam pendidikan.
Daftar Isi
- Daftar kampus Indonesia teratas di QS Asia 2027
- Kenapa skor sitasi kampus Indonesia masih rendah
- Pesan QS Summit Bali soal AI dan dampak kampus
- Apa artinya bagi calon mahasiswa dan mahasiswa
- FAQ
Kampus Indonesia mana saja yang masuk 10 besar nasional di QS Asia 2027?
Menurut siaran pers QS bertanggal 3 November 2026, edisi 2027 memuat 1.722 universitas dari 26 sistem pendidikan tinggi, termasuk 195 pendatang baru. Tiongkok daratan masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 448 universitas, disusul India dengan 325 dan Jepang dengan 153.
Sementara itu, di puncak daftar, The University of Hong Kong mempertahankan posisi pertama di depan Peking University. Tsinghua University naik enam peringkat ke posisi ketiga, menurut analisis hasil QS Asia 2027. Hong Kong menempatkan lima universitas di 10 besar, sedangkan National University of Singapore turun ke peringkat bersama keenam dan Nanyang Technological University ke posisi kedelapan.
Dari Indonesia, selisih tiga kampus teratas ternyata sangat tipis. Di tabel QS Asia 2027 untuk Indonesia, skor keseluruhan UGM 82,2, Universitas Airlangga 81,8, dan Universitas Indonesia 81,7. Institut Teknologi Bandung menyusul di peringkat bersama 67, lalu IPB University tepat di posisi 100.
Kenaikan paling mencolok dari Indonesia justru datang dari kampus swasta. QS mencatat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta naik 162 peringkat ke posisi 364, salah satu dari enam kampus yang disorot QS dalam daftar kenaikan menonjol di kawasan Asia. Di tabel yang sama, BINUS University berada di peringkat bersama 173, posisi tertinggi kampus swasta Indonesia di daftar yang kami periksa.
Bahkan, tiga kampus negeri juga pulang dengan penghargaan dari forum di Bali. Menurut Kompas.com, Universitas Sebelas Maret meraih Performance Improvement Award, sedangkan Universitas Negeri Padang dan Universitas Negeri Jakarta memperoleh Global Engagement Performance Improvement Award. Ketiganya diakui atas peningkatan kinerja dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak 2022.
Kenapa skor sitasi kampus Indonesia masih rendah?
Kalau dibuka per indikator, pola kampus teratas Indonesia ternyata cukup seragam. UGM, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan ITB sama-sama mencetak skor di atas 96 untuk reputasi akademik. Namun, skor sitasi per makalah keempatnya hanya berkisar 3,5 sampai 5 dari 100.
Namun perlu dicatat, angka itu adalah skor yang dinormalisasi QS, bukan jumlah sitasi. Artinya, makalah dari kampus-kampus ini rata-rata masih jarang dikutip dibandingkan kampus lain di Asia. Pola ini sejalan dengan pengamatan Ben Sowter, Senior Vice President QS, di sela summit di Bali.
"Di Indonesia, salah satu tantangan yang dihadapi perguruan tinggi adalah membangun kapasitas dan pengetahuan penelitian agar mampu bersaing di tingkat global," kata Ben Sowter, Senior Vice President QS, seperti dikutip Kompas.com.
Menurut Ben, kampus Indonesia punya keinginan kuat menjalin kemitraan internasional untuk meningkatkan kemampuan riset. Namun, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kinerja kampus di Asia tidak merata. Bahkan, kampus 20 besar bisa turun di indikator tertentu. Dalam siaran pers QS, ia menyebut riset, keterlibatan internasional, dan reputasi sebagai fondasi keberhasilan kampus.
"Keunggulan riset, keterlibatan internasional, dan reputasi tetap menjadi fondasi keberhasilan dalam ekosistem universitas yang terus maju," ujar Ben Sowter dalam siaran pers QS (terjemahan redaksi).
Apa pesan QS Summit Bali soal AI dan dampak kampus?
Padahal, peringkat Asia hanyalah satu bagian dari acara. Menurut Antara, QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 merupakan penyelenggaraan ke-22 dengan tema Advancing Education for Purpose and Impact. Forum yang digelar BINUS University sebagai tuan rumah ini mempertemukan lebih dari 1.500 pimpinan universitas, akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar pendidikan. Pemanfaatan AI dalam pendidikan menjadi salah satu isu yang dibahas, bersama kurikulum untuk pekerjaan masa depan dan kolaborasi internasional.
Di pembukaan, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa peringkat harus diterjemahkan menjadi dampak bagi masyarakat. Ia bahkan menyinggung cara kampus mendidik mahasiswa di era AI.
"Peringkat tinggi bukanlah trofi untuk disimpan dalam lemari administrasi," ujar Badri Munir Sukoco, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, seperti dikutip Kompas.com.
"Kita harus melatih pemikiran yang tidak hanya bertanya, 'Bagaimana saya bisa membangun algoritma ini?', tetapi juga, 'Bagaimana algoritma ini akan memengaruhi kelompok masyarakat yang terpinggirkan?'" kata Badri.
Kini, pesan serupa datang dari CEO QS Jessica Turner. Menurut laporan Kompas.com dari pembukaan summit, Jessica menilai teknologi mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan meneliti, sehingga tujuan kemanusiaan perlu tetap menjadi inti kemajuan.
"Karena itu, kini menjadi semakin penting bagi kita untuk tetap menempatkan tujuan kemanusiaan sebagai inti dari setiap kemajuan," kata Jessica Turner, CEO QS, seperti dikutip Kompas.com.
Sementara itu, Rektor BINUS University Nelly melihat forum ini sebagai kesempatan kampus Indonesia mencari mitra riset lintas negara tanpa harus mendatangi tiap universitas satu per satu.
"Ini kesempatan bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk berkolaborasi, mencari partner riset bersama untuk meningkatkan kualitas riset kita," kata Nelly, Rektor BINUS University, seperti dikutip Antara.
Apa artinya bagi calon mahasiswa dan mahasiswa?
Peringkat QS memang berguna sebagai bahan pertimbangan. Namun, peringkat bukan satu-satunya. Selisih skor UGM, Universitas Airlangga, dan Universitas Indonesia yang hanya 0,5 poin, misalnya, terlalu kecil untuk dijadikan alasan tunggal memilih kampus. Ada 4 hal praktis yang bisa kamu lakukan:
- Baca indikatornya, bukan hanya angka peringkat. Kalau kamu mengincar riset, lihat skor makalah per dosen dan sitasi. Kalau kamu mengincar kerja, lihat reputasi pemberi kerja. Semua indikator bisa dibuka per kampus di laman TopUniversities.
- Cocokkan dengan jurusan dan jalur masuk. Makanya, ingat bahwa peringkat kampus secara umum tidak sama dengan kekuatan program studi. Pertimbangkan juga daya tampung dan persaingan, seperti dijelaskan di panduan passing grade SNBP dan SNBT 2027.
- Perhatikan mutu publikasi saat menulis tugas. Skor sitasi yang rendah mengingatkan pentingnya mengutip dan menerbitkan di jurnal bermutu. Cara membacanya ada di panduan peringkat SINTA dan kuartil Scopus.
- Ikuti aturan AI di kampusmu. Kemdiktisaintek tengah menyiapkan kerangka AI generatif untuk perguruan tinggi, seperti kami laporkan di berita kerangka AI generatif kampus di KPPTI 2026. Pakai AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikannya, seperti dibahas di cara pakai AI tanpa kehilangan berpikir kritis.
FAQ: QS Asia University Rankings 2027 dan kampus Indonesia
Kapan QS World University Rankings: Asia 2027 dirilis?
QS merilis peringkat ini pada Selasa, 3 November 2026. Daftar diumumkan bertepatan dengan pembukaan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Nusa Dua, Bali, yang berlangsung 3 sampai 5 November 2026.
Siapa kampus Indonesia dengan peringkat tertinggi di QS Asia 2027?
Universitas Gadjah Mada di peringkat 53 dengan skor keseluruhan 82,2. Menurut QS, ini pertama kalinya UGM memimpin kampus Indonesia sejak 2021. Universitas Airlangga berada di peringkat 55 dan Universitas Indonesia di peringkat 56.
Universitas mana yang menempati peringkat pertama Asia?
The University of Hong Kong tetap di peringkat pertama, disusul Peking University dan Tsinghua University. Hong Kong menempatkan lima universitas di 10 besar.
Kenaikan kampus Indonesia mana yang disorot QS?
QS menyorot Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang naik 162 peringkat ke posisi 364. Di forum yang sama, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Negeri Jakarta menerima penghargaan peningkatan kinerja dari QS.
Apakah peringkat QS cukup untuk memilih kampus?
Tidak. Peringkat QS menilai kampus secara keseluruhan lewat indikator seperti reputasi, riset, dan keterlibatan internasional. Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan program studi, akreditasi, biaya, lokasi, dan peluang masuk.
Peringkat Asia 2027 menunjukkan kampus-kampus teratas Indonesia makin rapat bersaing, sekaligus memperlihatkan pekerjaan rumah yang sama: riset yang lebih banyak dikutip. Alhasil, pesan dari Bali pun senada: peringkat baru bermakna kalau kampus dan mahasiswanya menghasilkan dampak nyata.
Kalau kamu ingin tugas dan skripsimu bertumpu pada riset yang benar-benar ada, Scholar di kakak.ai bisa membantu mencari paper dari basis data ilmiah seperti Semantic Scholar, OpenAlex, PubMed, dan CrossRef, lalu menyiapkan sitasi APA yang bisa kamu periksa sendiri. Coba Sekarang, Gratis.
Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu
Coba kakak.ai Gratis