kakak.aiBlog
Semua Artikel
Kemdiktisaintek dan LPDP Buka Hibah SATRIA hingga Rp200 Juta untuk Dosen, Proposal Ditutup 17 November
News

Kemdiktisaintek dan LPDP Buka Hibah SATRIA hingga Rp200 Juta untuk Dosen, Proposal Ditutup 17 November

Oleh Vita·Ditinjau Tim Redaksi kakak.aiJumat, 6 November 202611 menit baca

Kemdiktisaintek dan LPDP meluncurkan hibah riset pembelajaran SATRIA 2026-2027 pada Selasa (3/11/2026). Dosen bisa mengusulkan riset satu mata kuliah dengan dana maksimal Rp200 juta. Proposal paling lambat diunggah 17 November 2026 pukul 17.00 WIB.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka Program Pendanaan Saintek Riset Pembelajaran Transformatif atau SATRIA 2026-2027. Program ini diluncurkan secara daring pada Selasa (3/11/2026) dan diumumkan lewat siaran resmi Kemdiktisaintek pada Kamis (5/11/2026). Lewat skema ini, dosen bisa mengajukan riset untuk memperbaiki cara mengajar di satu mata kuliah dengan dana maksimal Rp200 juta per usulan. Namun, tenggatnya pendek: proposal paling lambat diunggah Selasa, 17 November 2026, pukul 17.00 WIB.

Bagi banyak dosen, hibah penelitian biasanya identik dengan riset bidang keilmuan. SATRIA justru berbeda. Yang diteliti ternyata ruang kelasnya sendiri: bagaimana sebuah mata kuliah dirancang, diajarkan, lalu diuji dampaknya pada mahasiswa. LPDP bahkan secara terbuka berharap program ini melahirkan bahan ajar inovatif sekaligus mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan Learning Management System (LMS).

Ringkasnya: SATRIA 2026-2027 adalah hibah riset pembelajaran untuk dosen di perguruan tinggi di bawah Kemdiktisaintek, didanai Dana Abadi Penelitian LPDP. Dana maksimal Rp200 juta per usulan termasuk pajak, cair dua tahap (70% dan 30%). Satu tim terdiri dari satu ketua dan paling banyak empat anggota. Proposal diunggah di laman SSPT Kemdiktisaintek paling lambat 17 November 2026 pukul 17.00 WIB, lalu riset berjalan Desember 2026 sampai September 2027.

Daftar Isi

Apa itu Program SATRIA dan siapa yang mendanai?

Menurut siaran Kemdiktisaintek tertanggal 5 November 2026, SATRIA dikelola Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) di bawah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi. Pendanaannya datang dari LPDP, Kementerian Keuangan. Fokusnya adalah model pembelajaran transformatif berbasis riset pada level mata kuliah.

Bahkan, peluncuran itu diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, Kepala LLDikti Wilayah I sampai XVII, pimpinan LPPM, serta dosen dari berbagai daerah. Kemdiktisaintek mencatat 1.000 peserta mengikuti acara lewat Zoom, ditambah ratusan penonton siaran langsung di kanal YouTube resmi kementerian.

Direktur SSPT Kemdiktisaintek Ardi Findyartini, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, menekankan bahwa perubahan kebijakan, kurikulum, atau teknologi saja tidak cukup. Menurutnya, ukuran keberhasilan transformasi pendidikan tinggi adalah pengalaman belajar mahasiswa yang benar-benar membaik.

"Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para dosen dalam mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran transformatif melalui kegiatan riset yang sistematis, terukur, dan berbasis bukti empiris," ujar Ardi Findyartini, Direktur SSPT Kemdiktisaintek.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto mengingatkan bahwa sumber dananya adalah Dana Abadi Penelitian. Makanya, setiap usulan harus disusun sebagai kegiatan riset yang sistematis dan akuntabel, sesuai tata kelola dana tersebut.

"Kami dari LPDP berkomitmen untuk mendanai kegiatan ini. Karena didanai dari Dana Abadi Penelitian, sesuai tata kelola, kegiatan ini harus merupakan kegiatan riset," kata Ayom Widipaminto, Direktur Fasilitasi Riset LPDP.

Bahkan, Ayom juga berharap program ini menghasilkan terobosan pembelajaran, termasuk bahan ajar inovatif serta pemanfaatan AI dan LMS. Menurut laporan Humas UPN Veteran Jakarta dari acara peluncuran, Ayom menyebut LPDP menyiapkan dukungan sekitar Rp7 miliar untuk program yang ditargetkan berlangsung dua tahun. Namun, angka total ini tidak tercantum di siaran Kemdiktisaintek, jadi kami menuliskannya sebagai keterangan yang dikutip kampus peserta.

Kapan batas unggah proposal SATRIA?

Jadwal lengkapnya tercantum di bahan paparan sosialisasi yang dibagikan Direktorat SSPT dalam folder dokumen juknis SATRIA 2026. Aktivasi akun dan unggah proposal ditutup Selasa, 17 November 2026, pukul 17.00 WIB. Alhasil, saat berita ini terbit, dosen hanya punya sekitar sebelas hari untuk menyusun proposal, mengumpulkan lampiran, dan meminta pengesahan pimpinan kampus.

Linimasa Program SATRIA 2026-2027: peluncuran 3 November 2026, unggah proposal paling lambat 17 November 2026 pukul 17.00 WIB, seleksi minggu ketiga November, pengumuman minggu keempat November, kontrak dan pencairan 70 persen minggu pertama Desember 2026, riset Desember 2026 sampai September 2027, pencairan 30 persen Juli 2027, laporan akhir 15 September 2027, seminar hasil 30 September 2027
Jadwal Program SATRIA 2026-2027. Grafik: redaksi kakak.ai, sumber data paparan Sosialisasi SATRIA 2026, Direktorat SSPT Kemdiktisaintek, diakses 6/11/2026.

Setelah tenggat, proposal diseleksi pada minggu ketiga November dan penerima diumumkan pada minggu keempat. Bimbingan teknis, penandatanganan kontrak, dan pencairan termin pertama sebesar 70% dijadwalkan pada minggu pertama Desember 2026. Termin kedua sebesar 30% cair pada Juli 2027, dengan syarat laporan kemajuan sudah ditelaah dan disetujui serta realisasi dana tahap pertama minimal 80%.

Waktu Tahap
3 November 2026Peluncuran dan sosialisasi daring
17 November 2026, 17.00 WIBBatas aktivasi akun dan unggah proposal
Minggu ke-3 dan ke-4 November 2026Seleksi, lalu pengumuman penerima
Minggu ke-1 Desember 2026Bimbingan teknis, kontrak, pencairan termin 1 (70%)
Desember 2026 sampai September 2027Pelaksanaan riset
Juli 2027Pencairan termin 2 (30%)
15 dan 30 September 2027Laporan akhir, lalu seminar hasil

Siapa yang boleh mengusulkan, dan apa yang harus dihasilkan?

Menurut paparan juknis program, perguruan tinggi pengusul harus berada di bawah naungan Kemdiktisaintek, tidak sedang dalam sanksi atau pembinaan khusus, dan program studinya terakreditasi. Satu kampus boleh mengirim lebih dari satu tim, tetapi tabel penilaian administrasi juga mencantumkan syarat "memenuhi kuota pengusulan" tanpa merinci angkanya, jadi tanyakan kuota kampusmu ke LPPM. Ketua tim wajib dosen tetap yang aktif, atau sedang tugas belajar dengan kewajiban menjalankan tugas jabatan, dan sudah memiliki NIDN atau NUPTK.

Satu tim berisi satu ketua dan paling banyak empat anggota. Tim juga boleh melibatkan tenaga kependidikan sebagai admin dan mahasiswa sebagai asisten peneliti. Setiap pengusul hanya boleh mengajukan satu judul, mata kuliahnya harus pernah diajarkan, dan proposal wajib disahkan pimpinan kampus atau ketua lembaga penelitian. Namun, usulan yang sedang didanai skema pemerintah lain tidak boleh ikut, karena SATRIA melarang pendanaan ganda.

Soal hasil, targetnya ternyata cukup berat untuk durasi sekitar sepuluh bulan. Luaran wajibnya meliputi model pembelajaran yang sudah diterapkan dan diuji, minimal satu artikel di jurnal bereputasi paling rendah SINTA 2, buku referensi ber-ISBN dari penerbit anggota IKAPI, perangkat pembelajaran seperti RPS, hak kekayaan intelektual, dan laporan. Salah satu luaran yang sering terlupa adalah video implementasi dalam dua versi, yaitu versi singkat paling lama 5 menit dan versi panjang paling lama 30 menit.

Dari sisi anggaran, ternyata biaya langsung minimal 95% dari total dana dan biaya tidak langsung paling banyak 5%. Biaya langsung personel, yaitu honor tim, dibatasi paling banyak 30% dari total dana. Plafon bulanan termasuk pajak adalah Rp3,6 juta untuk ketua, Rp2,4 juta untuk anggota, Rp1,5 juta untuk asisten, dan Rp820 ribu untuk administrator. Bahkan, juknis membolehkan biaya lisensi aplikasi, platform, atau perangkat lunak dengan durasi paling lama satu tahun. Komponen ini relevan bila model pembelajaranmu memakai alat AI atau LMS berbayar.

Bagaimana proposal SATRIA dinilai?

Proposal lebih dulu melewati penilaian administrasi: kelayakan kampus, kelayakan pengusul, serta kelengkapan dokumen. Lampiran yang diminta antara lain surat pernyataan, bukti akreditasi institusi dan program studi, CV tim, tangkapan layar histori pengajaran di PDDikti, serta RPS mata kuliah yang diusulkan. Sementara itu, tim penilai dari kalangan dosen atau unsur lain menilai substansinya.

Grafik batang bobot penilaian substansi proposal SATRIA: model pembelajaran yang diusulkan 25 persen, rasionalisasi 15 persen, rekam jejak 15 persen, luaran 15 persen, kegiatan 15 persen, anggaran 10 persen, rencana tindak lanjut 5 persen
Bobot penilaian substansi proposal SATRIA 2026-2027. Grafik: redaksi kakak.ai, sumber data paparan Juknis Program SATRIA, Direktorat SSPT Kemdiktisaintek, diakses 6/11/2026.

Bobot terbesar ada pada model pembelajaran yang diusulkan, yaitu 25%. Penilai melihat kejelasan struktur model, landasan teori, integrasi empat tahapan pembelajaran transformatif, inovasi, dan kelayakannya untuk direplikasi. Sementara itu, rasionalisasi masalah, rekam jejak tim, luaran, dan rancangan kegiatan masing-masing berbobot 15%, sedangkan anggaran 10% dan rencana tindak lanjut 5%.

Hasilnya, sekadar menulis "memakai AI di kelas" tidak akan cukup. Penilai mencari masalah pembelajaran yang didukung data, model yang terstruktur, dan cara mengukur dampaknya pada mahasiswa. Media yang meliput peluncuran, seperti Antara dan Indozone, juga menggarisbawahi pesan LPDP yang sama: karena dananya berasal dari Dana Abadi Penelitian, kegiatan harus mengikuti kaidah riset yang akuntabel.

Apa yang sebaiknya dilakukan dosen sekarang?

Namun, waktu yang tersisa cukup sempit, apalagi pengesahan pimpinan kampus sering butuh beberapa hari. Ada 5 langkah praktis yang bisa kamu mulai hari ini:

  1. Unduh juknis dan template resmi. Paparan juknis, panduan pengajuan proposal, template proposal, dan instrumen evaluasi tersedia di folder dokumen yang dibagikan Direktorat SSPT. Lalu aktifkan akun di laman sspt.kemdiktisaintek.go.id sejak awal, jangan menunggu hari terakhir.
  2. Pilih satu mata kuliah yang masalahnya jelas. Bobot rasionalisasi 15% menuntut data, misalnya nilai, hasil survei mahasiswa, atau kesenjangan kompetensi. Kalau perlu menyusun angket singkat, pastikan instrumennya teruji, seperti dibahas di panduan uji validitas dan reliabilitas kuesioner.
  3. Rencanakan luaran sejak awal. Artikel SINTA 2 butuh waktu review. Pilih jurnal target sekarang, dengan bantuan panduan peringkat SINTA dan kuartil Scopus.
  4. Kalau memakai AI, tulis perannya dengan jujur. Jelaskan di mana AI dipakai dan bagaimana dampaknya diukur. Rambu kampus soal AI generatif juga sedang disiapkan, seperti kami laporkan di berita kerangka AI generatif untuk kampus. Ide alur kerja ada di 5 alur kerja AI untuk dosen.
  5. Urus lampiran paralel. Sertifikat akreditasi, tangkapan layar histori mengajar di PDDikti, CV tim, dan RPS bisa disiapkan anggota tim sementara ketua menulis substansi.

Bisakah proposal SATRIA disusun dengan bantuan kakak.ai?

Bisa. kakak.ai kini punya skill khusus Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) dengan kode PPM-A07. Skill ini ada di Agen Scholar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, kelompok Proposal Penelitian, dan disusun mengacu pada juknis, instrumen evaluasi, serta template proposal SATRIA 2026 dari Direktorat SSPT.

Skill ini punya dua mode:

  • Buat: memandu kamu menyusun proposal dalam 9 langkah, mulai dari profil tim dan mata kuliah, sampul dan ringkasan, BAB I Pendahuluan, deskripsi mata kuliah dan model pembelajaran dengan empat tahap (Pemicu, Refleksi, Aksi, Integrasi), luaran dan jadwal, RAB, indikator keberhasilan, sampai pernyataan penggunaan AI. Batas anggaran ikut dicek, misalnya total maksimal Rp200 juta dan honor personel paling banyak 30%.
  • Nilai: membaca proposal yang sudah jadi, lalu menilai kelengkapan administrasi, kepatuhan luaran wajib dan RAB, serta tujuh aspek substansi dengan bobot resmi instrumen evaluasi. Mode ini berguna sebagai simulasi reviewer sebelum proposal diunggah.

Caranya: buka kakak.ai, klik kartu Scholar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di beranda (atau buka sidebar lalu Agen Scholar), pilih SATRIA, lalu klik Buat atau Nilai. Panduan umum agen ini ada di help.kakak.ai. Hasil AI tetap draf: data kelas, rekam jejak tim, dan angka anggaran harus kamu isi dan periksa sendiri, dan peran AI ditulis jujur di proposal seperti diminta template.

FAQ: Program SATRIA 2026-2027

Apa kepanjangan SATRIA?

SATRIA adalah Program Pendanaan Saintek Riset Pembelajaran Transformatif. Program ini dikelola Direktorat SSPT, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, dan didanai Dana Abadi Penelitian LPDP.

Berapa dana maksimal hibah SATRIA?

Maksimal Rp200 juta per usulan, sudah termasuk pajak. Dana cair dua tahap, yaitu 70% pada minggu pertama Desember 2026 dan 30% pada Juli 2027.

Kapan batas pengajuan proposal SATRIA 2026?

Aktivasi akun dan unggah proposal paling lambat Selasa, 17 November 2026, pukul 17.00 WIB lewat laman SSPT Kemdiktisaintek. Penerima diumumkan pada minggu keempat November 2026.

Siapa yang boleh menjadi ketua tim?

Dosen tetap berstatus aktif, atau sedang tugas belajar dengan kewajiban menjalankan tugas jabatan, yang sudah memiliki NIDN atau NUPTK. Kampusnya harus berada di bawah Kemdiktisaintek dan program studinya terakreditasi.

Apakah proposal SATRIA wajib memakai AI?

Tidak ada ketentuan wajib memakai AI di juknis yang kami periksa. LPDP hanya menyampaikan harapan agar program ini mendorong pemanfaatan AI dan LMS. Yang wajib adalah model pembelajaran berbasis riset beserta luarannya.

Apakah ada alat bantu untuk menyusun proposal SATRIA?

Ada. Di kakak.ai, skill Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) dengan kode PPM-A07 di Agen Scholar Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat memandu penyusunan proposal langkah demi langkah (mode Buat) dan menilai proposal dengan bobot resmi instrumen evaluasi (mode Nilai). Hasilnya tetap perlu kamu periksa dan lengkapi dengan data timmu sendiri.

SATRIA memberi ruang yang jarang ada: dosen dibayar untuk meneliti cara mengajarnya sendiri, lalu membagikan hasilnya ke kampus lain. Namun, tantangannya justru ada di waktu. Dengan tenggat 17 November, proposal yang paling siap adalah yang masalah kelasnya sudah jelas sejak hari pertama.

Kalau ingin mulai sekarang, skill SATRIA di Agen Scholar kakak.ai bisa memandu proposalmu dari profil tim sampai RAB, lalu menilainya seperti reviewer. Untuk kajian pustaka, fitur Cari Artikel Ilmiah di kakak.ai bisa membantu menemukan paper tentang model pembelajaran dari Semantic Scholar, OpenAlex, dan PubMed, lengkap dengan metadata dan tautan sumber yang bisa kamu periksa sendiri. Untuk angket mahasiswa, kakak.ai form siap dipakai dari chat. Coba Sekarang, Gratis.

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis