kakak.aiBlog
Semua Artikel
Laporan Digital 2027: 94,9 Persen Pengguna Internet Indonesia Pakai AI, tapi Hanya 28,3 Persen Merasa Nyaman
News

Laporan Digital 2027: 94,9 Persen Pengguna Internet Indonesia Pakai AI, tapi Hanya 28,3 Persen Merasa Nyaman

Oleh Vita·Ditinjau Tim Redaksi kakak.aiSabtu, 7 November 20267 menit baca

Laporan Digital 2027: Indonesia dari We Are Social dan Meltwater, dirilis Kamis (5/11/2026), mencatat 94,9 persen pengguna internet usia 16 tahun ke atas memakai alat AI dalam sebulan terakhir. Namun, hanya 28,3 persen yang merasa nyaman memakainya.

Agensi kreatif We Are Social dan perusahaan intelijen media Meltwater merilis laporan tahunan Digital 2027: Indonesia di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Salah satu temuannya langsung menyentuh keseharian pelajar dan mahasiswa: hampir semua pengguna internet sudah memakai AI. Namun, rasa nyaman memakainya tertinggal jauh.

Dalam satu kelas berisi 20 mahasiswa, gambarannya kira-kira begini. Hampir semuanya sudah membuka ChatGPT, Gemini, atau aplikasi AI lain bulan ini. Tetapi kalau ditanya siapa yang benar-benar merasa nyaman, mungkin hanya lima atau enam orang yang mengangkat tangan.

Ringkasnya: Laporan Digital 2027: Indonesia mencatat 94,9 persen pengguna internet usia 16 tahun ke atas memakai alat AI dalam sebulan terakhir, peringkat keempat tertinggi di laporan. Sebanyak 47,2 persen yakin AI bermanfaat bagi masyarakat, proporsi tertinggi di antara negara yang dicakup. Namun, hanya 28,3 persen yang merasa nyaman memakai AI, masih di bawah rata-rata global.

Daftar Isi

Apa saja temuan soal AI di laporan Digital 2027: Indonesia?

Menurut siaran pers We Are Social dan Meltwater, Indonesia termasuk pasar digital paling aktif di dunia. Laporan itu menempatkan Indonesia di posisi teratas untuk sejumlah indikator, di antaranya keyakinan terhadap manfaat AI bagi masyarakat dan pemakaian layanan bayar nanti (buy now, pay later).

Pemakaian AI di Indonesia juga beragam. Bahkan, di antara pengguna AI, 43,7 persen sudah memakainya untuk membuat atau menyempurnakan gambar dan video. ChatGPT dan Google Gemini masing-masing dipakai hampir separuh pengguna internet di Indonesia.

Grafik batang temuan AI laporan Digital 2027 Indonesia: 94,9 persen memakai alat AI dalam sebulan terakhir, 47,2 persen yakin AI bermanfaat bagi masyarakat, 28,3 persen merasa nyaman menggunakan AI, 28,2 persen menjadikan AI sumber utama riset merek
Empat angka AI dari laporan Digital 2027: Indonesia. Grafik: redaksi kakak.ai, sumber data siaran pers We Are Social dan Meltwater (5/11/2026) dan Medcom.id.

AI juga mulai masuk ke keputusan belanja. Menurut Medcom.id, 28,2 persen pengguna internet sudah menjadikan AI sumber utama untuk riset merek. Meski begitu, media sosial masih menjadi kanal riset merek yang paling banyak dipakai, yakni oleh 60 persen pengguna internet.

Laporan Indonesia ini bagian dari seri global Digital 2027. Siaran pers global Meltwater bertanggal 21 Oktober 2026 memperkirakan pengguna aktif alat AI generatif di dunia mencapai 3,24 miliar orang, setara 38,9 persen populasi global.

Kenapa banyak yang pakai AI tapi belum nyaman?

Siaran pers laporan itu tidak merinci alasan rendahnya rasa nyaman. Namun, siaran pers yang sama mencatat bahwa keyakinan pada potensi AI belum sejalan dengan kenyamanan memakainya secara langsung. Karena AI makin banyak dipakai untuk mencari informasi, belajar, dan berkarya, pemakaian yang jelas dan bertanggung jawab disebut makin penting.

Mimrah Mahmood, APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater, menilai orang Indonesia sudah menjadikan teknologi digital bagian dari keseharian, meski kepercayaan terhadap teknologi itu masih terus berkembang.

"Perhatian audiens di Indonesia perlu diperoleh melalui pendekatan yang tepat. Mereka semakin cermat dalam mencari informasi dan menyaring berbagai pesan yang diterima," ujar Mimrah Mahmood dalam siaran pers. "Mereka melihat potensi AI dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin nyaman berbelanja online, tetapi tetap mempertimbangkan sejauh mana informasi yang mereka temui dapat dipercaya."

Sementara itu, Managing Director We Are Social Indonesia Yudhi Hastiardi menyoroti AI sebagai sumber rujukan baru saat orang meriset merek. "Selama ini, brand berkompetisi untuk mendapatkan visibility. Namun, kini mereka juga perlu memperhatikan bagaimana brand mereka muncul dan direpresentasikan di berbagai sumber informasi yang menjadi rujukan audiens, termasuk AI," kata Yudhi Hastiardi dalam siaran pers.

Pesan Yudhi memang ditujukan untuk merek. Namun, logikanya berlaku juga untuk pelajar. Kalau jawaban AI makin sering jadi rujukan pertama, kemampuan memeriksa dari mana jawaban itu berasal ikut menjadi penting.

Angka penting apa lagi yang dicatat laporan ini?

Di luar AI, laporan memotret kebiasaan digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Data inti populasi dan pengguna internet juga dimuat di halaman Digital 2027: Indonesia di DataReportal, situs yang menerbitkan seri laporan global ini.

IndikatorAngka
Pengguna internet231 juta (80,2% populasi)
Identitas pengguna media sosial240 juta (83,2% populasi)
Pengguna WhatsApp92,7% pengguna internet
Bermain gim video95,6% pengguna internet
Lebih suka belanja online73,1% pengguna internet
Pakai pemblokir iklan39,4% (tertinggi di laporan)

Pengguna aktif WhatsApp menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit sehari di aplikasi itu, durasi tertinggi dibanding semua negara di laporan. Ternyata, Indonesia juga berada di posisi kedua setelah Filipina untuk pemain gim video. Sementara itu, menurut Antara, 34,7 persen pengguna internet memakai layanan bayar nanti setiap minggu, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.

Satu catatan penting dari DataReportal: angka identitas pengguna media sosial tahun ini sebaiknya tidak langsung dibandingkan dengan laporan tahun-tahun sebelumnya, karena perubahannya bisa berasal dari koreksi data sumber. Angka itu juga tidak selalu sama dengan jumlah orang, sebab satu orang bisa punya lebih dari satu akun.

Apa artinya bagi pelajar dan mahasiswa?

Kini, ketika hampir semua pengguna internet sudah memakai AI, yang lebih penting bagi pelajar dan mahasiswa adalah caranya: apakah hasil belajarnya tetap bisa dipertanggungjawabkan. Ragu pada jawaban, khawatir soal data, dan bingung soal aturan kampus adalah kekhawatiran yang bisa kamu atasi sendiri. Ada 4 langkah praktis yang bisa kamu mulai:

  1. Cek dulu sumber jawabannya. Jangan langsung menyalin referensi dari chatbot. Cara mengecek kutipan yang ternyata fiktif ada di panduan sitasi halusinasi AI.
  2. Jaga data pribadimu. Sebelum mengunggah KTP, transkrip nilai, atau dokumen riset, baca dulu hal yang perlu dicek sebelum unggah dokumen ke AI.
  3. Waspadai gambar dan video buatan AI. Makin banyak orang memakai AI untuk membuat atau mengedit gambar dan video, makin mudah pula konten rekayasa beredar. Panduan Content Credentials membantu menelusuri asal-usul foto dan video.
  4. Ikuti aturan kampusmu. Kemdiktisaintek sedang menyiapkan kerangka AI generatif untuk perguruan tinggi, seperti kami laporkan di berita kerangka AI generatif kampus di KPPTI 2026. Kalau masih bingung memilih alat, baca juga cara memilih asisten AI di akhir 2026.

FAQ: laporan Digital 2027 Indonesia dan pemakaian AI

Kapan laporan Digital 2027: Indonesia dirilis?

We Are Social dan Meltwater merilis laporan ini di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026. Laporan global Digital 2027 sudah lebih dulu dirilis pada 21 Oktober 2026.

Berapa persen pengguna internet Indonesia yang memakai AI?

Sebanyak 94,9 persen pengguna internet berusia 16 tahun ke atas memakai alat AI dalam sebulan terakhir. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat tertinggi di laporan.

Berapa persen yang merasa nyaman memakai AI?

Hanya 28,3 persen pengguna internet Indonesia yang menyatakan nyaman memakai AI, masih di bawah rata-rata global. Padahal, 47,2 persen yakin AI bermanfaat bagi masyarakat, proporsi tertinggi di laporan.

Aplikasi AI apa yang paling banyak dipakai di Indonesia?

Menurut siaran pers laporan ini, ChatGPT dan Google Gemini masing-masing dipakai hampir separuh pengguna internet di Indonesia. Di antara pengguna AI, 43,7 persen memakainya untuk membuat atau menyempurnakan gambar dan video.

Berapa jumlah pengguna internet Indonesia menurut laporan ini?

Laporan mencatat 231 juta pengguna internet, setara 80,2 persen populasi, serta 240 juta identitas pengguna media sosial atau 83,2 persen populasi. Identitas media sosial tidak selalu mencerminkan jumlah orang karena satu orang bisa punya beberapa akun.

Kalau kamu ingin jawaban AI untuk tugas dan skripsi yang bisa dicek sumbernya, Scholar di kakak.ai membantu mencari paper dari basis data ilmiah Semantic Scholar, OpenAlex, dan PubMed, lalu menyiapkan sitasi yang bisa kamu periksa sendiri. Coba Sekarang, Gratis.

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis