kakak.aiBlog
Semua Artikel
Aptisi Teken MoU AI dengan Tiga Mitra Global: Apa Artinya bagi Dosen dan Mahasiswa PTS
News

Aptisi Teken MoU AI dengan Tiga Mitra Global: Apa Artinya bagi Dosen dan Mahasiswa PTS

Oleh Vita·Ditinjau Tim Redaksi kakak.aiRabu, 28 Oktober 20269 menit baca

Aptisi menandatangani MoU dengan Surge, Mindstone, dan Synthesia pada Selasa, 27 Oktober 2026, untuk mempercepat pemakaian AI di kampus swasta. Ini peran tiap mitra, kata pengurus Aptisi, dan hal yang belum diumumkan.

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) menggelar International Seminar 2026 sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dengan 3 perusahaan teknologi, Surge, Mindstone, dan Synthesia, pada Selasa (27/10/2026) di Esa Unggul Global Innovation Hub, Jakarta. Lewat kerja sama ini, Aptisi ingin mempercepat pemakaian kecerdasan buatan (AI) di kampus swasta, mulai dari akses internet, pelatihan AI untuk dosen dan mahasiswa, sampai pembuatan materi kuliah berbasis avatar.

Di banyak ruang kuliah, AI masih sering diperlakukan sebagai urusan pribadi dosen dan mahasiswa. Ada yang memakainya diam-diam, ada pula yang membatasinya lewat aturan tugas. Namun pesan dari forum hari Selasa itu justru terdengar lebih tegas: pengurus asosiasi menyebut AI bukan lagi pilihan bagi PTS. Kini pertanyaannya bergeser dari boleh atau tidak menjadi seberapa cepat kampus bisa memakainya dengan benar.

Ringkasnya: Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Aptisi mempertemukan pimpinan PTS dengan 3 mitra teknologi untuk menandatangani MoU. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) menyiapkan akses internet gratis atau terjangkau bagi kampus, Mindstone dari Inggris melatih kemampuan AI profesional bagi dosen dan mahasiswa, dan Synthesia menyediakan platform konten kuliah berbasis avatar. Detail biaya, jumlah PTS penanda tangan, dan jadwal pelaksanaannya belum diumumkan.

Daftar Isi

Apa yang ditandatangani Aptisi pada 27 Oktober 2026?

Aptisi menandatangani nota kesepahaman antara pimpinan PTS peserta seminar dengan 3 perusahaan teknologi. Menurut JPNN, acara berformat hibrida ini digelar luring di Esa Unggul Global Innovation Hub, Jakarta, dan disiarkan daring lewat Zoom. Temanya panjang tetapi jelas arahnya: "Securing the Future of Private Higher Education: Using Professional AI and Avatar-Driven Learning to Work for You and Lead the Global Digital Era".

Salah satu kampus penanda tangan ialah Universitas Bhakti Asih Tangerang (Unibang). Laman resmi kampus itu mencatat rektornya meneken MoU dengan Surge, Mindstone, dan Synthesia, lalu ikut menjadi pembicara di seminar yang sama. Hingga Rabu (28/10/2026) pagi, belum ada data resmi tentang berapa banyak PTS yang ikut menandatangani.

Kerja sama dengan Surge ternyata bukan hal baru. Pada Selasa (26/5/2026), Aptisi dan PT Surge sudah meneken MoU di Auditorium Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, seperti dicatat laman Universitas Esa Unggul. Penandatanganan itu disaksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Artinya, MoU 27 Oktober memperluas kerja sama yang sudah dirintis sekitar 5 bulan sebelumnya.

TanggalPeristiwaSumber
Selasa, 26 Mei 2026MoU Aptisi dan PT Surge di Auditorium Kemdiktisaintek, disaksikan Menteri Brian YuliartoUniversitas Esa Unggul
Selasa, 27 Oktober 2026International Seminar 2026 Aptisi di Esa Unggul Global Innovation Hub, luring dan daringAntara, JPNN, Media Indonesia
Selasa, 27 Oktober 2026MoU pimpinan PTS dengan Surge, Mindstone, dan SynthesiaAntara, JPNN, Unibang
Belum diumumkanJadwal pelatihan, biaya, dan daftar PTS penerima programBelum ada keterangan resmi

Siapa tiga mitra teknologi Aptisi dan apa perannya?

Ketiga mitra justru mengisi kebutuhan yang berbeda, dari jaringan internet sampai produksi materi kuliah. Menurut Antara, pembagian perannya sebagai berikut.

MitraAsalRuang lingkup kerja samaPembicara di seminar
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge)IndonesiaAksesibilitas dan infrastruktur internet gratis atau terjangkau bagi kampusYune Marketatmo, CEO
MindstoneInggrisPengembangan kapabilitas AI profesional bagi staf pengajar dan mahasiswaAlex Sullivan Lepaffe, CEO
SynthesiaSingapura (sesuai rilis Aptisi)Platform pembuatan konten perkuliahan berbasis avatar interaktifTyler Tai Bing Xiang, Account Executive

JPNN mencatat ada 4 narasumber utama. Selain tiga perwakilan mitra, hadir Richardus Eko Indrajit, Ketua Smart Learning and Character Center PGRI sekaligus Rektor Universitas Pradita, yang membahas integrasi teknologi pembelajaran dengan penguatan karakter dosen dan mahasiswa. Sementara itu, perwakilan Synthesia memaparkan pembelajaran berbasis avatar yang realistis, sedangkan CEO Mindstone membahas AI profesional untuk efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data di kampus.

Kenapa Aptisi menyebut AI sebagai keharusan bagi PTS?

Aptisi khawatir kampus swasta tertinggal kalau hanya menonton perkembangan AI, padahal teknologinya bergerak sangat cepat. Ketua Umum Aptisi menyampaikan sikap itu dalam sambutan pembukaan, yang menurut Media Indonesia disampaikan secara daring.

"Pengintegrasian AI di lingkungan akademik bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Melalui kolaborasi global ini, kita ingin memastikan PTS di seluruh Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemimpin dalam transformasi digital pendidikan tinggi," kata Budi Djatmiko, Ketua Umum Aptisi, seperti dikutip Antara.

Wakil Ketua Aptisi Bidang Pembelajaran dan Akademik, Paristiyanti Nurwardani, bahkan menyebut cara lama mengelola kampus sudah tidak bisa dipertahankan. Paristiyanti, yang juga Rektor Unibang, menilai pemakaian AI di kampus tidak boleh berhenti di level dasar seperti mencari alamat atau informasi umum.

"Kami sudah tidak bisa lagi dengan cara-cara yang lama. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus berteman dan bersahabat dengan AI untuk meningkatkan produktivitas Tridarma Perguruan Tinggi," ujar Paristiyanti Nurwardani, Wakil Ketua Aptisi Bidang Pembelajaran dan Akademik, kepada Media Indonesia.

Ia lalu menyebut istilah yang kini ramai dibicarakan, yaitu agentic AI, atau AI yang bisa mengerjakan rangkaian tugas sebagai asisten, bukan sekadar menjawab pertanyaan. Menurut Paristiyanti, informasi itu ia terima dari mitra di London.

"Yang diperlukan adalah Agentic AI yang memang harus kita pelajari agar mereka menjadi asisten kita. Kita ingin agar avatar dan AI itu bekerja untuk kita, bukan kita yang hanya menjadi konsumen teknologi," tegas Paristiyanti.

Sebagai tuan rumah, Sekretaris Jenderal Aptisi sekaligus Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja, menyebut acara ini sebagai bagian dari upaya membuka ruang inovasi lintas kampus.

"Penyelenggaraan acara di Esa Unggul Global Innovation Hub ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, futuristik, dan terhubung langsung dengan industri teknologi dunia," ujar Arief Kusuma Among Praja, Sekretaris Jenderal Aptisi, seperti dikutip JPNN.

Apa artinya bagi dosen dan mahasiswa PTS?

Untuk saat ini, dampaknya baru berupa arah kebijakan, belum layanan yang bisa langsung dipakai. MoU adalah nota kesepahaman, sehingga rincian program biasanya baru muncul lewat perjanjian kerja sama turunan di tiap kampus. Padahal pertanyaan paling praktis dari dosen dan mahasiswa justru ada di sana: siapa yang dilatih, kapan mulai, dan apakah ada biaya. Sampai Rabu (28/10/2026) pagi, belum ada penjelasan resmi soal ketiganya di media yang kami periksa.

Namun dosen dan mahasiswa tidak harus diam. Ada 3 hal yang bisa dikerjakan sambil menunggu:

  1. Tanyakan ke kampus. Dosen dan mahasiswa PTS bisa menanyakan ke biro kerja sama atau wakil rektor bidang akademik apakah kampusnya ikut menandatangani MoU pada 27 Oktober, dan program apa yang akan diturunkan.
  2. Cek aturan AI di kelas. Sebelum memakai AI untuk tugas atau bahan ajar, pastikan batasannya sudah tertulis di silabus. Pedoman pengungkapan pemakaian AI bisa dicontoh dari artikel AI disclosure dalam artikel ilmiah.
  3. Latih kebiasaan memverifikasi. Bahkan AI yang bekerja sebagai asisten tetap bisa keliru. Kemampuan dasar yang perlu dikuasai dibahas di empat kemampuan literasi AI.

Bagi dosen yang ingin mulai dari pekerjaan sehari-hari, contoh alur menyusun bahan ajar, asesmen, dan umpan balik dengan AI bisa dibaca di 5 alur kerja AI untuk dosen.

FAQ: MoU AI Aptisi untuk PTS

Kapan Aptisi menandatangani MoU AI untuk PTS?

Penandatanganan berlangsung Selasa, 27 Oktober 2026, dalam rangkaian International Seminar 2026 Aptisi di Esa Unggul Global Innovation Hub, Jakarta. Acara digelar hibrida, luring dan daring lewat Zoom.

Siapa saja mitra Aptisi dalam MoU ini?

Ada 3 mitra: PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) untuk akses internet kampus, Mindstone dari Inggris untuk pelatihan AI profesional bagi dosen dan mahasiswa, dan Synthesia untuk platform konten kuliah berbasis avatar interaktif.

Apakah program AI dari MoU Aptisi ini gratis?

Sumber resmi hanya menyebut internet gratis atau terjangkau dari Surge. Biaya pelatihan Mindstone dan platform Synthesia belum diumumkan, begitu pula daftar PTS penerima program.

Apa itu agentic AI yang disebut Aptisi?

Agentic AI adalah AI yang bisa mengerjakan rangkaian tugas sebagai asisten, bukan hanya menjawab satu pertanyaan. Wakil Ketua Aptisi Paristiyanti Nurwardani menyebut kampus perlu mempelajarinya agar AI bekerja untuk dosen, bukan sekadar dikonsumsi.

Bagaimana cara tahu kampus saya ikut MoU Aptisi?

Tanyakan ke biro kerja sama atau wakil rektor bidang akademik kampus. Sejauh ini Universitas Bhakti Asih Tangerang sudah mengumumkan keikutsertaannya di laman resmi, sedangkan daftar lengkap PTS belum dipublikasikan.

Dengan 3 mitra dan satu tema besar, Aptisi kini menaruh AI di agenda resmi kampus swasta. Namun ukuran keberhasilannya baru terlihat nanti, ketika dosen di kampus kecil benar-benar mendapat pelatihan dan mahasiswa merasakan materi kuliah yang lebih baik, bukan sekadar seremoni tanda tangan.

Sementara itu, sambil menunggu program dari kampus, dosen bisa mulai mencoba AI sebagai asisten untuk pekerjaan nyata. Di kakak.ai, Peraga Animasi mengubah satu gagasan menjadi penjelasan yang bergerak, misalnya diagram atau linimasa untuk materi kuliah, tanpa perlu merekam diri sendiri. Gambaran lengkap layanan AI untuk akademisi ada di artikel AI agent untuk mahasiswa dan akademisi Indonesia. Coba Sekarang, Gratis.

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis