kakak.aiBlog
Semua Artikel
Gelombang 1 TKA SMA 2026 Tuntas Diikuti 1,6 Juta Murid, Gelombang 2 Digelar 2 sampai 5 November
News

Gelombang 1 TKA SMA 2026 Tuntas Diikuti 1,6 Juta Murid, Gelombang 2 Digelar 2 sampai 5 November

Oleh Vita·Ditinjau Tim Redaksi kakak.aiSenin, 2 November 20268 menit baca

Kemendikdasmen menyatakan gelombang 1 TKA SMA/SMK 2026 tuntas dengan 1.601.449 peserta. Sesi ulang 30 Oktober akibat kendala jaringan diikuti 530.930 murid. Gelombang 2 digelar 2 sampai 5 November, peserta curang diancam nilai nol.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan gelombang 1 Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat tahun 2026 sudah tuntas dengan 1.601.449 murid peserta. Pengumuman itu disampaikan lewat siaran pers pada Sabtu (31/10/2026), sehari setelah Kemendikdasmen menggelar sesi khusus bagi 530.930 murid yang terdampak kendala jaringan. Gelombang 2 dijadwalkan berlangsung Senin (2/11/2026) sampai Kamis (5/11/2026).

Banyak orang mengira gangguan di tengah ujian berskala nasional berarti nilai murid ikut dikorbankan. Kenyataannya, murid yang terdampak justru mendapat jadwal ulang, dan sebagian di antaranya bahkan boleh tidak ikut ulang sama sekali. Namun pekan pertama itu juga meninggalkan dua pesan penting bagi peserta gelombang 2: siapkan diri menghadapi tes daring, dan jangan coba-coba membawa HP ke ruang ujian.

Ringkasnya: Gelombang 1 TKA SMA/SMK 2026 (26 sampai 29 Oktober) diikuti 1.601.449 murid. Kendala jaringan pada hari kedua sesi 1, Selasa (27/10/2026), membuat Kemendikdasmen menggelar TKA dan Asesmen Nasional ulang untuk Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar pada Jumat (30/10/2026), diikuti 530.930 murid. Gelombang 2 dijadwalkan 2 sampai 5 November 2026. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peserta yang terbukti curang mendapat nilai nol.

Daftar Isi

Bagaimana hasil pelaksanaan gelombang 1 TKA SMA 2026?

Menurut Siaran Pers Kemendikdasmen Nomor 924/sipers/A6/X/2026, gelombang 1 yang berlangsung empat hari itu diikuti 1.601.449 murid. Angka itu setara sekitar 41 persen dari 3.864.195 murid yang terdaftar sebagai peserta TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat tahun ini, menurut data Kemendikdasmen per Jumat (23/10/2026).

Kemendikdasmen bahkan kembali mengingatkan bahwa TKA bukan asesmen yang wajib diikuti seluruh murid dan bukan penentu kelulusan. Hasilnya dipakai untuk memperoleh informasi capaian akademik murid, yang nantinya bisa dimanfaatkan sekolah, guru, dan orang tua untuk memperbaiki pembelajaran.

"Kami mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan jujur dan gembira. Kerjakan soal secara mandiri, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jadikan hasilnya sebagai bahan refleksi untuk terus belajar dan berkembang. TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk mengenali capaian belajar masing-masing," ujar Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen.

Pernyataan yang sama juga dikutip RRI, yang menyebut keterangan tertulis itu disampaikan di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026).

Apa yang terjadi pada hari kedua sesi 1 TKA?

Padahal, menurut Kemendikdasmen, hari pertama berjalan aman dan lancar. Masalah justru muncul pada Selasa (27/10/2026). Dalam Siaran Pers Nomor 906/sipers/A6/X/2026 yang terbit hari itu, Kemendikdasmen menyebut ada kendala jaringan pada sesi 1 yang berdampak pada sebagian murid, sementara sesi 2 berjalan lancar. Siaran pers itu tidak merinci penyebab kendala jaringan tersebut.

Salah satu mata uji yang terdampak adalah Bahasa Inggris, sementara yang lain adalah Survei Lingkungan Belajar untuk Asesmen Nasional. Menurut laporan Antara, Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026 mengonfirmasi kendala itu berdampak masif, khususnya pada sekolah yang melaksanakan tes dengan moda daring.

Hasilnya, Kemendikdasmen menggelar TKA dan Asesmen Nasional ulang pada Jumat (30/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Uniknya, ujian ulang ini tidak wajib bagi semua yang terdampak. Peserta yang yakin sudah menyelesaikan salah satu atau kedua subtes boleh memilih tidak ikut, seperti dijelaskan Tribunnews. Sekolah yang berhalangan pada hari itu dapat mengikuti jadwal susulan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau langsung ujian ulang di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat. Menurutnya, sesi pengganti itu berjalan tanpa hambatan.

"Alhamdulillah, TKA-nya lancar semua. Ini yang kemarin gantinya, yang hari kedua sempat ada gangguan itu. Saya minta mereka tetap rileks, terus tidak usah terlalu panik karena sudah selesai dikerjakan," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, seusai peninjauan pada Jumat siang.

Kronologi TKA SMA 2026 sejauh ini

Jadwal gelombang mengacu pada siaran pers Kemendikdasmen Nomor 898/sipers/A6/X/2026, sedangkan catatan kendala dan sesi ulang diambil dari siaran pers dan laporan media setelahnya.

Tanggal (2026)Peristiwa
Senin, 26 OktoberGelombang 1 TKA reguler dimulai
Selasa, 27 OktoberKendala jaringan pada sesi 1 (Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar)
Kamis, 29 OktoberGelombang 1 berakhir
Jumat, 30 OktoberTKA dan AN ulang, diikuti 530.930 murid
Sabtu, 31 OktoberKemendikdasmen umumkan gelombang 1 tuntas; gelombang khusus mapel wajib (31 Oktober sampai 1 November)
Senin, 2 November sampai Kamis, 5 NovemberGelombang 2 TKA reguler
Sabtu, 7 November sampai Minggu, 8 NovemberGelombang khusus mapel pilihan

Apa sanksi bagi peserta TKA yang curang?

Selain kendala jaringan, pekan pertama juga diwarnai laporan dugaan kecurangan. Salah satu suara datang dari Davana Kamil, murid kelas 12 SMA Negeri 68 Jakarta, yang menyampaikan keresahannya langsung kepada Mendikdasmen dan berharap penegakan aturan dijalankan agar peserta yang jujur dinilai adil.

Mendikdasmen ternyata sudah menyiapkan sanksi yang tegas. Menurut Antara, peserta yang terbukti curang akan langsung mendapat nilai nol, termasuk peserta yang melakukan siaran langsung lewat YouTube saat mengerjakan soal. Sementara itu, pengawas yang tidak jujur akan masuk daftar hitam dan tidak boleh bertugas lagi pada TKA tahun berikutnya.

"Begitu kami menemukan ada ketidakjujuran, nilainya langsung kami berikan nol," tegas Abdul Mu'ti.

Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen kini mendalami sejumlah laporan tersebut. Inspektur Jenderal Kemendikdasmen Faisal Syahrul menyebut pihaknya sudah mengantongi beberapa nama yang diduga terkait, tetapi masih memeriksa bukti sebelum mengambil langkah. Ia juga menunjuk satu sumber masalah yang paling sering muncul.

"Kami selama ini berharap bahwa pengawas itu harusnya memeriksa HP sebelum masuk. Jadi, sumber masalah utama itu karena peserta membawa HP masuk," kata Faisal kepada Antara, Jumat (30/10/2026).

Apa yang perlu diperhatikan peserta gelombang 2?

Kini, bagi murid yang baru maju mulai Senin (2/11/2026), pengalaman gelombang 1 memberi gambaran yang cukup jelas. Ujian berlangsung daring, pengawasan diperketat, dan jalur susulan tetap tersedia bila ada kendala. Ada 4 hal praktis yang bisa disiapkan:

  1. Tinggalkan HP di luar ruang ujian. Inspektorat menyebut HP sebagai sumber masalah utama, dan pelanggaran berujung nilai nol. Jangan sampai satu notifikasi menghapus hasil belajar berbulan-bulan.
  2. Tenang kalau koneksi terganggu. Laporkan ke pengawas atau proktor dan pastikan kejadiannya dicatat sekolah dalam berita acara. Gelombang 1 membuktikan Kemendikdasmen menyediakan sesi pengganti bagi murid yang terdampak.
  3. Cek status subtes setelah tes. Ketentuan sesi ulang di gelombang 1 meminta peserta terdampak memperhatikan kondisi penyelesaian subtes masing-masing. Kebiasaan ini berguna kalau ada pengumuman ujian ulang.
  4. Pakai sisa waktu untuk latihan berwaktu. Bekal lengkap, termasuk strategi 3M dari Mendikdasmen, ada di laporan hari pertama TKA SMA 2026 dan checklist hari H TKA SMA 2026.

Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau mencari informasi resmi soal TKA dapat menghubungi Unit Layanan Terpadu Kemendikdasmen di laman ult.kemendikdasmen.go.id.

FAQ: TKA SMA 2026 gelombang 1 dan 2

Berapa peserta gelombang 1 TKA SMA 2026?

Menurut Kemendikdasmen, gelombang 1 TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat diikuti 1.601.449 murid. Total pendaftar TKA jenjang tersebut tahun 2026 tercatat 3.864.195 murid.

Kapan gelombang 2 TKA SMA 2026?

Gelombang 2 TKA reguler dijadwalkan Senin, 2 November sampai Kamis, 5 November 2026. Gelombang khusus mata pelajaran pilihan dijadwalkan 7 sampai 8 November 2026.

Kenapa ada TKA ulang pada 30 Oktober 2026?

Ada kendala jaringan pada hari kedua sesi 1, Selasa, 27 Oktober 2026, yang berdampak pada mata uji Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar di sekolah moda daring. Sesuai Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026, ujian ulang digelar Jumat, 30 Oktober 2026, dan diikuti 530.930 murid.

Apa sanksi bagi peserta TKA yang curang?

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan peserta yang terbukti curang langsung mendapat nilai nol. Pengawas yang tidak jujur dimasukkan ke daftar hitam dan tidak boleh bertugas pada TKA berikutnya.

Apakah TKA menentukan kelulusan SMA?

Tidak. Kemendikdasmen menegaskan TKA bukan asesmen wajib bagi seluruh murid dan bukan penentu kelulusan. Hasilnya dipakai sebagai informasi capaian akademik untuk evaluasi dan perbaikan pembelajaran.

Dengan lebih dari 1,6 juta murid sudah melewati gelombang 1, sorotan TKA 2026 kini berpindah ke ruang ujian gelombang 2. Pekan pertama memperlihatkan bahwa gangguan teknis bisa terjadi, tetapi jalur pengganti juga tersedia. Bagi peserta yang tersisa, yang paling menentukan justru hal yang bisa dikendalikan sendiri: datang tenang, tanpa HP, dan mengerjakan dengan kemampuan sendiri.

Masih ada sisa hari sebelum giliranmu? Belajar bareng kakak di kakak.ai bisa diajak berlatih soal dengan cara belajar "Latihan soal", lalu menuntun cara berpikirnya lewat pertanyaan dan petunjuk bertahap saat kamu buntu, bukan sekadar memberi kunci jawaban. Coba Sekarang, Gratis.

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis