kakak.aiBlog
Semua Artikel
Google Akan Matikan AI di Akun Siswa K-12 secara Bawaan, tapi Search Tetap Ber-AI
News

Google Akan Matikan AI di Akun Siswa K-12 secara Bawaan, tapi Search Tetap Ber-AI

Oleh Vita·Ditinjau Tim Redaksi kakak.aiRabu, 4 November 202610 menit baca

Google mengumumkan pada Selasa (3/11/2026) bahwa Gemini dan Google Search akan off untuk akun siswa K-12 sampai admin sekolah menyalakannya. Search bisa dinyalakan tanpa Gemini, tetapi fitur AI-nya tetap ikut, sementara status khusus Indonesia belum dijelaskan.

Google mengumumkan pada Selasa (3/11/2026) waktu Amerika Serikat bahwa Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search akan dimatikan secara bawaan untuk akun siswa K-12 sampai admin sekolah menyalakannya sendiri. Perubahan itu belum berjalan, karena Google baru akan membagikan rinciannya dalam beberapa bulan ke depan, dan TechCrunch melaporkan rencananya berlaku pada 2027.

Pada hari yang sama, Google membuka fitur tutor Guided Learning di Google Classroom untuk sekolah di seluruh dunia. Namun, satu konsekuensinya langsung memicu protes: Google Search untuk siswa tidak punya versi tanpa AI, sehingga sekolah yang mematikan semua AI ikut kehilangan Search.

Selama ini banyak guru mengira tombol "matikan AI" akan mengembalikan kelas ke internet yang lebih tenang. Kenyataannya, menurut Google, mesin pencari dan AI kini sudah menyatu. Alhasil, pilihan sekolah ternyata bukan lagi "pakai AI atau tidak", melainkan "pakai Search beserta AI-nya, atau tanpa Search sama sekali".

Ringkasnya: Lewat blog resmi pada Selasa (3/11/2026), Google menyatakan 4 produknya (Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, Google Search) akan off untuk akun siswa K-12 sampai admin sekolah menyalakannya. Rinciannya baru dibagikan dalam beberapa bulan ke depan. Search boleh dinyalakan tanpa produk Gemini lain, tetapi fitur AI-nya tetap ikut. Guided Learning, tutor AI yang menuntun lewat pertanyaan, tersedia global di Google Classroom mulai hari itu, sedangkan versi Search baru diuji coba di sekolah AS bulan ini. Belum ada keterangan resmi soal penerapan khusus di Indonesia.

Daftar Isi

Apa yang diumumkan Google untuk sekolah?

Pengumuman berjudul "Designing responsible AI for learning" itu ditulis Chris Phillips, VP & General Manager Education di Google, dan terbit di blog resmi Google. Isinya ada 2 bagian besar: Guided Learning dibawa ke lebih banyak produk, dan kontrol AI untuk sekolah dirombak setelah Google mendengar masukan sekolah, guru, peneliti, dan pembuat kebijakan.

Guided Learning sendiri bukan barang baru. Fitur ini lebih dulu hadir di aplikasi Gemini sebagai alat belajar yang memecah soal jadi langkah kecil dan mengajukan pertanyaan terbuka, bukan langsung memberi jawaban akhir. Google menyebut filosofinya "productive struggle", yaitu siswa ditantang secara aktif tanpa sampai kewalahan lalu menyerah. Google juga mengklaim risetnya menunjukkan Guided Learning menghasilkan peningkatan belajar yang terukur; ini klaim perusahaan yang belum diuji pihak independen.

Kini fitur itu masuk ke 2 tempat. Di Google Classroom, guru bisa melampirkan aktivitas Guided Learning ke tugas, lalu AI menuntun siswa memakai materi kelas. Menurut halaman bantuan Classroom, guru bisa menambahkan hingga 5 sumber, meski 1 sumber disarankan untuk hasil terbaik, dan guru mendapat ringkasan insight tentang bagian materi yang paling membingungkan kelas. Sementara itu, versi Google Search akan menuntun siswa yang menempelkan soal fisika rumit atau meminta bantuan menulis laporan buku, tanpa langsung menyodorkan jawabannya.

"Tujuan kami sederhana: memberi para pemimpin sekolah kendali dan keyakinan untuk memakai produk AI di kelas sesuai pertimbangan mereka," tulis Chris Phillips, VP & General Manager Education Google, dalam blog tersebut (terjemahan bebas redaksi).

Linimasa perubahan AI Google untuk sekolah: Guided Learning di Classroom mulai 3 November 2026, uji coba di Google Search November 2026, AI mati bawaan untuk akun siswa K-12 menyusul, dan dua pilihan Search pada awal 2027
Grafis: redaksi kakak.ai, diolah dari blog resmi Google (3/11/2026) dan laporan The New York Times yang dikutip 9to5Google.

Kenapa Google Search ikut mati kalau AI dimatikan?

Kalimat kuncinya ada di blog Google: akses ke Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search akan sepenuhnya off untuk akun siswa K-12 sampai admin sekolah menyalakannya secara eksplisit. Padahal, menurut NBC News, sebelum Selasa itu produk AI bermerek Gemini justru aktif otomatis untuk sekolah yang memakai Google Classroom. Arahnya kini berbalik dari opt-out menjadi opt-in.

Persoalan justru muncul di Search. Kepada The New York Times, seperti dikutip TechCrunch, Phillips menjelaskan bahwa Search dan AI sudah terintegrasi sangat dalam. Hasilnya, siswa di sekolah yang membatasi AI sepenuhnya tidak akan bisa membuka Search dan hanya melihat pesan dari sekolah bahwa layanan itu tidak tersedia.

9to5Google, juga mengutip The New York Times, menulis bahwa sekolah akan mendapat 2 pilihan pada awal 2027. Pilihan pertama adalah Search dengan AI Overviews dan fitur AI lain menyala. Pilihan kedua adalah Search dengan Guided Learning sebagai gantinya. Artinya, tidak ada opsi Search yang benar-benar bebas AI untuk akun siswa.

Reaksi keras datang dari serikat guru dan kelompok advokasi di AS. "Sangat disayangkan Google lebih mengutamakan kepentingan bisnisnya ketimbang pendidikan anak-anak kita," kata Randi Weingarten, Presiden American Federation of Teachers, seperti dikutip NBC News (terjemahan bebas redaksi).

"Sekolah sebaiknya memakai kesempatan ini untuk membantu siswa menemukan alternatif pencarian yang lebih melindungi privasi, juga cara meriset yang lebih mendalam daripada sekadar mencari lalu mengklik," ujar Josh Golin, Direktur Eksekutif kelompok advokasi Fairplay, seperti dikutip NBC News (terjemahan bebas redaksi).

Belakangan pada hari yang sama, Selasa 3 November 2026, Google meluruskan kebijakannya. Menurut NBC News, sekolah boleh menyalakan Search saja tanpa ikut mengaktifkan produk Gemini lain. Namun, Search untuk siswa tetap membawa fitur AI seperti ringkasan AI Overviews, yang menurut Google sudah disesuaikan agar menuntun langkah demi langkah. Dalam pernyataan di media sosial, Google menyebut pengumuman ini memberi sekolah "lebih banyak pilihan, bukan lebih sedikit" (terjemahan bebas redaksi).

Dalam blognya, Google juga berjanji membagikan rincian ke sekolah beberapa bulan sebelum perubahan berjalan, supaya ada waktu bersiap, dan akan terus mendengar masukan dari sekolah, guru, pakar pedagogi, dan orang tua.

Bagaimana kronologi dan jadwalnya?

Berikut urutan peristiwanya berdasarkan blog Google dan media yang kami periksa pada Rabu (4/11/2026):

WaktuPeristiwaSumber
Sebelum 3 November 2026Produk Gemini aktif otomatis untuk sekolah pengguna Google ClassroomNBC News
Selasa, 3 November 2026Google mengumumkan perombakan kontrol AI sekolah; Guided Learning tersedia global di ClassroomBlog Google
Selasa, 3 November 2026Google juga memperluas pelatihan guru Google AI Educator Series ke 5 wilayah baruBlog Google
November 2026Uji coba Guided Learning di Google Search untuk sekolah terpilih di ASBlog Google
Selasa, 3 November 2026 (belakangan)Google menegaskan sekolah boleh menyalakan Search saja tanpa produk Gemini lain, tetapi fitur AI di Search tetap adaNBC News
Beberapa bulan ke depanRincian kontrol baru dibagikan ke sekolah sebelum perubahan berjalanBlog Google
Awal 2027Sekolah memilih antara Search dengan fitur AI atau Search dengan Guided LearningNYT via 9to5Google

Apakah berlaku di Indonesia dan sudah berbahasa Indonesia?

Blog Google tidak membatasi perubahan kontrol AI ke negara tertentu, tetapi juga tidak menyebut Indonesia. Hingga Rabu (4/11/2026), belum ada keterangan resmi soal kapan dan bagaimana aturan mati-bawaan itu berlaku untuk sekolah di Indonesia. Uji coba Guided Learning di Search jelas baru untuk sekolah terpilih di Amerika Serikat.

Berbeda dengan Search, Guided Learning di Classroom disebut tersedia global sejak 3 November 2026. Menurut halaman bantuan Gemini in Classroom, fitur Gemini di Classroom tersedia di semua edisi Google Workspace for Education dan di semua bahasa Classroom yang juga didukung aplikasi Gemini. Bahasa Indonesia dan negara Indonesia tercantum di daftar bahasa dan wilayah aplikasi Gemini. Namun, kami belum menemukan keterangan khusus yang memastikan Guided Learning di Classroom sudah berjalan dalam bahasa Indonesia.

Ada satu syarat teknis yang penting bagi sekolah. Guru hanya bisa membuat aktivitas Guided Learning, dan siswa hanya bisa mengerjakannya, kalau admin sekolah sudah mengaktifkan akses aplikasi Gemini untuk akun mereka. Pengumuman ini tidak menyebut harga dalam dolar AS; yang disebut halaman bantuan hanyalah ketersediaan di semua edisi Workspace for Education.

Indonesia juga belum masuk daftar Google AI Educator Series, pelatihan AI gratis untuk guru yang diumumkan meluas pada hari yang sama. Program itu sudah berjalan di AS, India, Korea, Malaysia, Filipina, serta Inggris dan Irlandia, lalu menyusul ke Brasil, Meksiko, Spanyol, Australia, dan Afrika sub-Sahara. Di India saja, sesi September melatih 80.000 pendidik.

Apa artinya bagi guru, siswa, dan mahasiswa?

Bagi sekolah yang memakai akun Google Workspace for Education, keputusan soal AI kini makin jelas ada di tangan admin, bukan di tangan siswa. Justru di situ pekerjaan rumahnya: sekolah perlu punya sikap yang tertulis soal AI sebelum Google memaksa memilih, termasuk pertimbangan bahwa mematikan AI bisa berarti ikut mematikan Search untuk siswa.

  1. Admin dan kepala sekolah: cek konsol admin Workspace for Education dan catat layanan AI apa saja yang kini aktif untuk akun siswa. Pantau rincian dari Google dalam beberapa bulan ke depan, lalu putuskan bersama guru sebelum awal 2027.
  2. Guru: uji Guided Learning dengan 1 materi dulu, misalnya 1 bab IPA, lalu baca insight kelas untuk melihat bagian yang membuat siswa tersendat. Panduan dasarnya ada di artikel panduan guru menghadapi generasi AI dan panduan generative AI untuk guru K-12.
  3. Siswa dan mahasiswa: biasakan meminta AI menuntun, bukan menjawab. Bahkan kalau AI Overviews menyala di Search, kebiasaan membuka sumber aslinya tetap jadi pembeda, seperti dibahas di artikel 4 kemampuan literasi AI.

Untuk mahasiswa dan dosen, perubahan ini memang menyasar akun K-12, bukan kampus. Namun, arahnya patut dicatat: perusahaan teknologi besar kini menjual "AI yang tidak langsung memberi jawaban" sebagai fitur utama untuk pendidikan, sebuah pengakuan bahwa jawaban instan bisa mengganggu proses belajar.

FAQ: Google matikan AI untuk akun siswa

Kapan Google mengumumkan perubahan ini?

Google mengumumkannya pada Selasa, 3 November 2026 waktu Amerika Serikat, lewat blog resmi yang ditulis Chris Phillips, VP dan General Manager Education Google.

Produk apa saja yang akan dimatikan secara bawaan?

Ada 4 produk: Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search. Semuanya akan off untuk akun siswa K-12 sampai admin sekolah menyalakannya secara eksplisit. Google belum mengumumkan tanggal pastinya, sedangkan TechCrunch melaporkan rencana ini berlaku tahun depan.

Kenapa siswa bisa kehilangan akses Google Search?

Menurut Google, Search dan AI sudah terintegrasi sangat dalam. Kalau sekolah membatasi AI sepenuhnya, siswa tidak bisa membuka Search dan hanya melihat pesan dari sekolah bahwa layanan itu tidak tersedia. Sekolah boleh menyalakan Search saja tanpa produk Gemini lain, tetapi fitur AI di dalam Search tetap ikut.

Apakah Guided Learning di Google Classroom sudah bisa dipakai di Indonesia?

Google menyebut Guided Learning tersedia global di Classroom sejak 3 November 2026, dengan syarat admin sekolah mengaktifkan akses aplikasi Gemini. Belum ada keterangan resmi khusus soal Indonesia maupun dukungan bahasa Indonesia untuk fitur ini.

Apakah perubahan ini berlaku untuk akun mahasiswa?

Pengumuman Google hanya menyebut akun siswa K-12, yaitu jenjang sekolah dasar sampai menengah. Kampus tidak disebut dalam perubahan kontrol bawaan ini.

Pada akhirnya, kabar dari Google ini lebih banyak bicara soal siapa yang memegang tombol. Sementara sekolah di AS ribut soal Search, guru dan siswa di Indonesia punya waktu untuk menyiapkan kebiasaan yang tidak bergantung pada satu vendor: bertanya balik, membaca sumber, dan menunjukkan proses berpikir.

Kalau ingin merasakan cara belajar yang menuntun lewat pertanyaan, kamu bisa mencoba Belajar bareng kakak di kakak.ai, tutor pribadi yang mengajak berpikir langkah demi langkah dengan peraga yang bisa digeser dan progres yang diingat. Coba Sekarang, Gratis.

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis