kakak.aiBlog
Semua Artikel
Apa itu RPS OBE dan Gimana Cara Membuatnya di kakak.ai
How-to

Apa itu RPS OBE dan Gimana Cara Membuatnya di kakak.ai

kakak.aiSenin, 14 September 20267 menit baca

RPS OBE adalah Rencana Pembelajaran Semester berbasis capaian pembelajaran yang sekarang wajib di perguruan tinggi. Pahami pengertian, komponen, dan cara membuatnya cepat di kakak.ai.

Apa itu RPS OBE dan Gimana Cara Membuatnya di kakak.ai

Pernah denger istilah RPS OBE disebut-sebut terus di rapat prodi, tapi gak berani nanya? Tenang, kamu gak sendirian. Banyak dosen dan kaprodi di Indonesia ngalamin hal yang sama, apalagi setelah aturan kurikulum OBE makin ketat.

RPS OBE adalah Rencana Pembelajaran Semester yang disusun berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education), yaitu kurikulum yang fokus ke hasil belajar mahasiswa, bukan cuma daftar materi yang diajarkan. Di Indonesia, penyusunan RPS makin ketat lewat Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, dan kampus yang mengejar akreditasi Unggul atau internasional wajib menyusunnya berbasis capaian pembelajaran (OBE).

Artikel ini bakal ngejelasin apa itu RPS OBE dengan bahasa yang gampang, kenapa jadi wajib, isinya apa aja, dan gimana cara bikinnya di kakak.ai tanpa pusing. Tapi hati-hati, ternyata banyak kampus yang kesulitan di sini.

Daftar Isi

  • Apa bedanya RPS biasa dan RPS OBE?
  • Kenapa RPS OBE sekarang wajib?
  • Apa aja isi RPS OBE?
  • RPS OBE vs RPS lama, bedanya di mana?
  • Gimana cara bikin RPS OBE di kakak.ai?
  • FAQ tentang RPS OBE

Apa bedanya RPS biasa dan RPS OBE?

RPS adalah Rencana Pembelajaran Semester, yaitu rencana kegiatan belajar buat satu mata kuliah selama satu semester. Di dalamnya ada tujuan, materi, metode, dan cara penilaiannya.

Sementara OBE adalah singkatan dari Outcome-Based Education, pendekatan kurikulum yang fokus ke capaian pembelajaran. Jadi pertanyaannya bukan cuma "materi apa yang diajarin", tapi "di akhir semester, mahasiswa harus bisa apa".

RPS OBE itu gabungan keduanya. RPS yang disusun runtut dari capaian lulusan (CPL), diturunkan ke capaian mata kuliah (CPMK), lalu ke sub-capaian per pertemuan, sampai ke aktivitas belajar dan cara menilainya. Semua saling nyambung, gak asal nulis materi.

Kenapa RPS OBE sekarang wajib?

Pemicunya adalah Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang terbit tahun 2025. Regulasi ini mengubah paradigma penjaminan mutu: bukan cuma soal ngumpulin dokumen standar, tapi jadi budaya mutu yang berorientasi hasil dan daya saing global. Praktisnya, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) harus bisa dibuktikan ketercapaiannya sampai ke level mata kuliah, jadi dokumen perencanaan seperti RPS makin dituntut disusun berbasis capaian (OBE).

Artinya, kampus yang pengen akreditasi Unggul atau akreditasi internasional seperti AUN-QA, ABET, ASIIN, dan IABEE harus punya dokumen OBE yang rapi. Ini bukan lagi soal pilihan, tapi syarat.

Sayangnya, di lapangan banyak yang kesulitan. Studi SEVIMA (Januari 2026) menemukan 80% perguruan tinggi gagal mengimplementasikan OBE secara fungsional di tahun pertama. Gagalnya di sini artinya tidak bisa menyediakan bukti ketercapaian CPL yang valid dan terverifikasi saat akreditasi. Banyak yang OBE-nya baru "di atas kertas", belum jalan sebagai sistem belajar yang beneran.

Apa aja isi RPS OBE?

RPS OBE bukan cuma satu lembar rencana. Dokumennya cukup lengkap karena harus membuktikan keselarasan dari capaian sampai penilaian. Ini komponen intinya:

KomponenIsinya
Identitas mata kuliahNama MK, kode, SKS, semester, prodi, universitas, fakultas
CPL ProdiCapaian lulusan yang dibebankan ke mata kuliah ini (S, P, KU, KK)
CPMKCapaian Pembelajaran Mata Kuliah, turunan CPL yang lebih spesifik
Sub-CPMKCapaian per blok pertemuan, rincian langkah tiap minggu
Skenario pembelajaranMetode dan aktivitas belajar tiap pertemuan (16 sesi)
Asesmen & rubrikCara menilai, rubrik penilaian, dan kisi-kisi soal
Beban kerja dosenNarasi BKD/SISTER sebagai bahan administrasi

RPS OBE vs RPS lama, bedanya di mana?

Biar makin jelas, ini perbandingan antara RPS lama dan RPS OBE:

AspekRPS LamaRPS OBE
Fokus utamaMateri yang diajarkanCapaian yang harus dikuasai mahasiswa
PenyusunanTop-down dari silabus dosenRuntut dari CPL, diturunkan ke CPMK dan Sub-CPMK
PenilaianUjian dan tugasRubrik berbasis capaian, ada bukti ketercapaian
Kebutuhan akreditasiCukup untuk akreditasi lamaSyarat akreditasi Unggul dan internasional
Kesulitan penyusunanRelatif cepatLebih rumit, butuh data CPL/CPMK dulu

Gimana cara bikin RPS OBE di kakak.ai?

Kalau selama ini nyusun RPS OBE manual bisa makan waktu berminggu-minggu, di kakak.ai kamu bisa nyusunnya jauh lebih cepat. Ada skill khusus bernama Generator RPS OBE Lengkap (KUR-K02) di bawah naungan Scholar, yang didesain untuk dosen.

Cara aksesnya: buka kakak.ai, lalu dari sidebar kiri pilih Agen Scholar, masuk ke menu Kurikulum OBE, pilih Generator RPS Lengkap, terus klik tombol Buat.

Sebelum mulai, siapkan beberapa data ini:

  • Identitas mata kuliah (nama, kode, SKS, semester, prodi, universitas, fakultas)
  • CPL prodi (S, P, KU, KK)
  • CPMK mata kuliah, hasil dari Generator CPL & CPMK (KUR-K01) atau copy-paste
  • Sub-CPMK per blok pertemuan
  • Dosen pengampu (nama + NIDN)

Setelah data lengkap, AI bakal menyusun satu dokumen Word (.docx) komprehensif berisi RPS inti 16 sesi berstandar Dikti, rubrik penilaian per komponen, soal HOTS, skenario pembelajaran, sampai narasi beban kerja dosen. Tinggal download, edit kalau perlu, dan diajukan.

Idealnya, alur lengkapnya dimulai dari KUR-K01 (Generator CPL & CPMK) lalu ke KUR-K02 (Generator RPS Lengkap). Kalau mau, bisa dilanjut ke KUR-T01 (Rubrik), KUR-T02 (Soal HOTS), KUR-T03 (Cek Keselarasan OBE), sampai KUR-T04 (Konversi BKD/SISTER). Kamu bisa baca panduan langkah demi langkah alur lengkapnya di artikel Panduan Lengkap Penyusunan Kurikulum OBE di kakak.ai.

Soal biaya, semua skill Kurikulum OBE ini bisa dipakai semua user dan mengonsumsi Basic atau Pro credit. Yang perlu disiapkan cuma datanya. Cocok banget buat dosen yang dikejar deadline KRS atau persiapan akreditasi. Kalau kamu masih baru di kakak.ai, bisa baca juga panduan Scholar Agents buat kenalan sama ekosistem riset akademiknya.

FAQ tentang RPS OBE

Apakah RPS OBE bisa dibuat gratis di kakak.ai?

Bisa. Skill Generator RPS OBE Lengkap (KUR-K02) bisa dipakai semua user dan mengonsumsi Basic atau Pro credit. Buat pemakaian rutin, kamu bisa pilih paket Pro mulai Rp59.000 per bulan yang banyak ngasih jatah credit lebih lega.

RPS OBE dan RPS biasa itu sama atau beda?

Beda. RPS biasa fokus ke materi yang diajarkan. RPS OBE disusun runtut dari capaian lulusan (CPL), diturunkan ke CPMK dan Sub-CPMK, lalu ke aktivitas dan asesmen yang bisa membuktikan capaian itu. Sekarang yang wajib adalah yang berpendekatan OBE.

Apakah semua perguruan tinggi wajib pakai kurikulum OBE?

Untuk yang mengejar akreditasi Unggul atau akreditasi internasional, wajib. Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi mendorong penjaminan mutu berorientasi hasil, jadi pendekatan OBE jadi standar yang makin mengikat.

Kenapa banyak kampus kesulitan bikin RPS OBE?

Studi SEVIMA 2026 menyebut 80% perguruan tinggi gagal implementasi OBE fungsional di tahun pertama. Penyebabnya beragam, mulai dari kaprodi yang belum paham konsep OBE, data CPL/CPMK yang belum ada, sampai kurangnya pemetaan kesiapan. Makanya tools seperti Generator RPS di kakak.ai cukup membantu untuk mempercepat dan merapikan prosesnya.

Saya mahasiswa, butuh belajar RPS OBE juga?

Kalau kamu aktif di organisasi atau bantu dosen, memahami RPS OBE bakal jadi nilai plus. Tapi buat kebutuhan utamamu, yang lebih relevan adalah alur riset dan penulisan tugas akhir. Cek artikel kakak.ai untuk Mahasiswa buat workflow dari proposal sampai sidang.

Pengen coba nyusun RPS OBE tanpa pusing? Di kakak.ai, semua bisa kamu mulai dari satu platform. Coba sekarang, gratis.

Coba Sekarang, Gratis

Platform AI all-in-one untuk produktivitas kamu

Coba kakak.ai Gratis